Sabtu, 09 Juni 2012

Tugas Proyek Mini

Nama Kelompok
-          MuhammadHabibie Almy 111301004
-          AdolfM. Purba 111301060
-          FransAriadi Ginting 111301112

I. PERENCANAAN
Topik  :   
Ruang lingkup Pendidikan Usia Pra Sekolah

Judul : 
METODE PENGAJARAN EFEKTIF TERHADAP ANAK USIA PRASEKOLAH MENGHADAPI MASA SEKOLAH

PENDAHULUAN
Saat ini marak sekali dilakukan pengajaran yang berlebihan terhadap anak usia prasekolah. Masa-masa dimana mereka seharusnya lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain, kini berubah seiring berjalannya waktu sesuai tuntutan pendidikan yang sebenarnya sedikit melenceng dari seharusnya. Beberapa jenjang usia sekolah awal, yaitu Sekolah Dasar (SD) menuntut agar siswa/i yang masuk pada jenjang tersebut diharuskan untuk tahu membaca dan menulis, dan jika hal tersebut tidak terpenuhi maka siswa/i tersebut tidak diperkenankan untuk masuk ke sekolah tersebut. Seakan – akan wajib belajar sembilan tahun itu hanya berupa simbol belaka, padahal sebaliknya hanya anak-anak pintar saja yang diberikan kesempatan bersekolah sedangkan anak-anak yang terkesan tidak mampu otaknya tidak diperkenankan untuk sekolah di beberapa sekolah tersebut.

Terkesan bahwa sekolah-sekolah dasar saat ini umumnya ingin memperlihatkan kelebihan-kelebihan sekolah mereka pada orang banyak dengan adanya anak-anak pintar yang dididik di dalamnya. Seharusnya untuk sekolah dasar yang masih dalam lingkup wajib belajar sembilan tahun tidak boleh memiliki motivasi seperti itu, sebaliknya sekolah-sekolah dasar seharusnya menerima anak-anak yang kurang mampu dalam baca tulis untuk dididik menjadi tahu sehingga dengan demikian, anak-anak menjadi pintar dan nama sekolah juga ikut dapat dibanggakan.

Melihat situasi tersebut, kami sebagai sebuah kelompok dari tugas wajib mata kuliah Psikologi Pendidikan tergerak untuk meneliti proses pengajaran yang efektif terhadap anak usia prasekolah menjelang masa-masa memasuki usia sekolah. Untuk itu, kami melakukan penelitian pada sebuah Taman Kanak-Kanak di lingkungan Universitas Sumatera Utara untuk mengetahui apakah memang anak benar-benar dipersiapkan untuk menghadapi test-test yang dilakukan oleh kebanyakan SD di kota Medan, atau apakah ada pengajaran tentang sesuatu yang jauh lebih penting daripada itu, yaitu untuk kemajuan anak dan bukan untuk memenuhi keinginan-keinginan sekolah tersebut.

Kami juga ingin mengetahui apakah ada pengaruh yang tidak baik terhadap anak-anak usia prasekolah yang dituntut untuk mampu membaca dan menulis, atau bahkan apakah memang di lingkungan taman kanak-kanak anak-anak tersebut difokuskan untuk tahu membaca dan menulis. Di samping itu kami juga ingin mengetahui bagaimana peran TK terhadap tuntutan orangtua yang menginginkan sama dengan keinginan sekolah-sekolah dasar, yaitu agar anak mereka mengetahui membaca dan menulis.

LANDASAN TEORI

Anak usia prasekolah tidaklah sama dengan anak usia dini walaupun pada dasarnya anak-anak prasekolah masih merupakan bagian dari anak usia dini. Anak prasekolah adalah akhir dari suatu usia dini, dimana seorang anak sedang dipersiapkan untuk masa sekolah. Anak usia prasekolah juga merupakan bagian dari masa kanak-kanak awal karena berada pada rentang sekitar 3-6 tahun. Anak usia prasekolah adalah anak-anak yang belajar dalam lingkungan yang tidak terlalu formal (diwajibkan) seperti halnya sekolah dasar, anak usia prasekolah lebih mengacu pada perkembangan psikososial dalam keluarga, lingkungan (seperti tempat titipan anak), playgroup, dan taman kanak-kanak.

Konteks sekolah bervariasi sejak masa kanak-kanak awal, sekolah dasar hingga remaja. Setting masa prasekolah, seperti halnya taman kanak-kanak adalah sebuah lingkungan yang terlindung yang batas-batasnya adalah ruang kelas dan arena permainan. Dalam setting sosial yang terbatas ini, anak-anak berinteraksi dengan satu, dua atau beberapa guru (biasanya perempuan), yang menjadi figur utama mereka pada saat itu. Perkembangan sosial mereka juga berkembang dengan adanya interaksi dengan teman-teman sebayanya dalam kelompok kecil.

Ada banyak variasi cara mendidik anak. Namun, saat ini semakin banyak pakar pendidikan sepakat agar pendidikan ini disesuaikan dengan perkembangan, termasuk masa prasekolah. Pendidikan ini didasarkan pada pengetahuan perkembangan khas dari anak-anak dalam rentang usia (ketepatan usia) dan keunikan anak (ketepatan individual). Pendidikan yang sesuai dengan perkembangan sangat bertentangan dengan praktik yang tidak sesuai dengan perkembangan, yang mengabaikan metode konkret dalam mengajar anak. Pengajaran langsung, berupa tugas menulis dan membaca yang dibebankan kepada anak, dianggap tidak sesuai dengan tingkat perkembangan pada anak prasekolah. Namun, bukan berarti anak dilarang untuk belajar menulis dan membaca sebab pasti akan ada anak yang memiliki kemampuan yang lebih awal muncul daripada teman-teman sekitarnya, dan tugas pengajar adalah membantu mendorong dan mengembangkannya serta bukan memaksa agar anak prasekolah tahu membaca.

Perkembanagn pada anak usia prasekolah seharusnya lebih berfokus pada perkembangan psikososial (sosioemosional), fisik (sensorimotorik), dan kognitif. Setiap anak adalah individu yang unik dan semua anak punya kekuatan, kebutuhan, dan minat masing-masing. Mengenali variasi individu ini merupakan aspek utama untuk menjadi guru yang kompeten.

Alat dan Bahan

Kami melakukan penelitian tugas mini proyek di TK Dharmawanita Persatuan USU untuk melihat metode pengajaran yang dilakukan oleh staf pengajar terhadap anak TK pada tanggal 28 Mei 2012. Alat-alat yang kami gunakan tidaklah terlalu banyak, yaitu hanya berupa alat tulis untuk keperluan wawancara, penggunaan KTM sebagai tanda pengenal, dua buah kamera untuk dokumentasi, dan sekotak cokelat sebagai reward kepada anak-anak yang membantu proses penelitian kami. Biaya yang kami perlukan sebanyak Rp 15.000,00 untuk pembelian reward.

Jadwal Perencanaan


Kegiatan
April
Mei
Juni
I
II
III
IV
I
II
III
IV
v
I
II
Pemilihan Tema



v







Penentuan Judul




v






Diskusi Metode Pelaksanaan Penelitian





v





Penyusunan Pendahuluan dan Landasan Teori






v




Mengurus Surat Izin dari Fakultas






v




Konfirmasi dari TK dan Menyerahkan Surat Izin







v



Pelaksanaan Observasi







v



Diskusi Penyusunan Hasil Observasi








v


Pembuatan Laporan









v

Pembuatan Poster









v

Evaluasi









v

Publikasi/posting









v























II.PELAKSANAAN

PROSES PENELITIAN
Ø  Anggota Kelompok
-          MuhammadHabibie Almy
-          AdolfM. Purba
-          FransAriadi Ginting
Ø  Menetapkan judul penelitian “Metode Pengajaran Efektif Terhadap Anak Prasekolah Dalam Menghadapi Masa Sekolah”
Ø  Menetapkan  tujuan observasi ke TK Dharmawanita Persatuan USU di Jln. Universitas, No. 32, Kampus USU- Medan
Ø  Menciptakan kerangka jadwal observasi seperti di bawah ini
Waktu
 Kegiatan
30 April 2012
Memilih topik pada daftar yang telah ditentukan oleh dosen mata kuliah Psikologi Pendidikan pada topik ke-9 “Ruang lingkup Pendidikan Usia Pra Sekolah"
5 Mei 2012
Merencanakan judul dan fokus utama observasi
10 Mei 2012
Menetapkan metode peneilitian
16 Mei 2012
Menetapkan lokasi tujuan observasi
17 Mei 2012
Menyusun pendahuluan dan landasan teori
18 Mei 2012
Mengajukan permohonan pembuatan surat izin observasi dari bagian akademik Fakultas Psikologi Pendidikan
24 Mei 2012
Memperoleh surat izin observasi yang telah ditandatangani oleh Pembantu Dekan 1
26 Mei 2012
Berkunjung ke TK Dharmawanita Persatuan USU di Jln. Universitas, No. 32, Kampus USU- Medan
28 Mei 2012
Kami mengadakan observasi lapangan untuk pengambilan data yang dilakukan mulai pukul 08.30 WIB- 10.30 WIB di TK USU
29 Mei 2012
Mengumpulkan data dan dokumentasi
7 Juni 2012
Menyelesaikan laporan observasi dan poster
9 Juni 2012
Mempublikasikan hasil laporan dan poster pada blog masing-masing mahasiwa yang bertugas melakukan observasi tersebut.

III. PELAPORAN DAN EVALUASI

HASIL PENELITIAN
Pada hari Senin, tanggal 28 Mei 2012 pukul 08.30 kami mengunjungi TK Dharmawanita Persatuan USU untuk melaksanakan observasi dan pengambilan data. Kami disambut dengan baik oleh kepala sekolah, Ibu Hj. Risna Erita beserta staf pengajar yang lain. Beliau dengan sangat bersedia dan sukarela memberi waktu untuk melakukan proses wawancara yang telah kami persiapkan. Pada wawancara tersebut kami memiliki lima pertanyaan inti, yaitu:
  1.  Mengenai keadaan TK tersebut (sejarah, jumlah pengajar, siapa saja yang berhak mendapat pendidikan di tempat tersebut, dan jumlah anak pada saat ini)
  2. Jumlah kelas yang ada di TK tersebut dan perbedaan pengajaran tiap tingkatan
  3.  Pengajaran apa yang ditekankan pada tiap-tiap tingkatan TK
  4. Apakah dalam TK tersebut menekankan anak-anak untuk harus mampu membaca dan menulis sebelum memasuki SD.
  5. Pendapat dan tanggapan TK USU terhadap adanya sleksi penerimaan siswa SD yang mewajibkan harus tahu membaca dan menulis.
Hj. Risna Erita menyatakan bahwa TK USU berdiri pada tahun 1985 di lingkungan USU dikarenakan banyaknya anak-anak dari staf pengajar dan pegawai di lingkungan USU yang membutuhkan wadah untuk belajar ketika orangtua mereka harus melakukan pekerjaan mereka. Walaupun berada di lingkungan USU, yang awalnya berfokus untuk mengajar anak-anak dari pegawai USU, saat ini Taman Kanak-kanak (TK) tersebut telah menerima siswa dari luar yang bukan anak-anak pegawai USU. Saat ini sekitar 70 anak belajar di TK USU yang diajar oleh 3 orang staf pengajar. 

Anak –anak tersebut diajar dalam tiga ruangan kelas  yang masing-masing berisi 20-25 anak. TK tersebut terdiri dari dua kelas B dan satu kelas A, dan rencananya akan dibuka untuk kelas playgroup. Kelas A memiliki tingkatan yang lebih kecil daripada kelas B, dimana kelas A terdiri dari anak-anak yang berusia sekitar 3, 4 tahun dan fokus terhadap sosioemosional dan sensorimotorik seperti bermain. Kelas B tidak jauh berbeda dengan kelas A dalam sistem pengajarannya, tetapi perkembangan kognitif anak semakin dikembangkan dalam tahap ini serta mengembangkan kreatifitas dari anak-anak. Kelas B adalah tingkat akhir pada taman kanak-kanak dan merupakan masa persiapan untuk memasuki masa sekolah.

Dalam penelitian tersebut, karena kami mengobservasi pengajaran yang efektif terhadap anak usia prasekolah menghadapi masa sekolah, maka kami lebih berfokus pada penelitian di salah satu kelas B. Ibu Hj. Risna Erita menyatakan bahwa anak-anak sangat tidak ditekankan untuk harus tahu membaca karena akan masih banyak waktu yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan anak dengan sendirinya. Ibu Hj. Risna juga menyatakan akan lebih optimis terhadap anak-anak yang memang dapat belajar dengan sendirinya dalam kemampuan membaca  serta akan jauh lebih terampil pada masa-masa mendatang dibandingkan dengan anak-anak yang ditekan harus tahu membaca dan menulis. Untuk itulah, Ibu Hj. Risna sangat tidak setuju dengan adanya proses-proses penyeleksian terhadap anak-anak yang tahu atau tidak tahu membaca dan menulis dalam memasuki sekolah dasar, hal ini terkesan bahwa pendidikan non-wajib seperti TK berubah menjadi pendidikan yang diwajibkan dan dibebankan untuk memberi pengajaran membaca dan menulis pada anak-anak.

Namun, walaupun demikian bukan berarti anak-anak tersebut dilarang untuk membaca dan menulis. Anak-anak akan tetap diarahkan menghadapi situasi tersebut, tetapi bukan dengan cara penekanan dan paksaan. Pada semester ke dua TK B, anak-anak tetap dikenalkan dengan pengenalan huruf-huruf dan angka secara menarik seperti halnya mengenalkan lingkungan sekitar terhadap mereka. Seperti yang dikatakan oleh bu Risna, bahwa ternyata anak-anak sebagian besar memang tahu membaca dengan sendirinya melalui dukungan, dorongan berupa pengenalan-pengenalan tersebut. Tulisan-tulisan yang hampir ada di segala tempat di lingkungan kita ternyata dapat membuat anak-anak menjadi lebih termotivasi untuk dapat membaca. Hanya saja, akan tetap ada anak-anak yang sedikit lamban dalam kemampuan tersebut, tetapi bukan berarti mereka tidak bisa. Untuk itulah seharusnya peran SD untuk melatihnya dan bukan menolaknya hadir di lingkungan sekolah mereka.

Jika bukan pengajaran membaca dan menulis yang ditekankan dalam tingkat tersebut, lalu apa yang menjadi fokus pengajarannya? Faktanya adalah bahwa dalam usia anak-anak prasekolah yang merupakan masih bagian dari usia dini, anak-anak telah memperlihatkan kemampuan bakat dan minat mereka. Minat dan bakat tersebutlah yang menjadi fokus utamanya, yaitu bagaimana minat tersebut dapat berkembang dengan baik. Selain daripada itu, kognitif serta sosioemosional akan secara bersamaan dapat diajarkan.
Kami melihat bahwa dalam proses belajar TK B tersebut, anak-anak sangat terlihat aktif dan antusias dalam mengikuti proses belajar mengajar. Menariknya, anak-anak tersebut dibentuk dalam empat kelompok yang masing-masing memiliki pekerjaan yang berbeda-beda sesuai dengan bakat mereka. Satu kelompok diberi kesempatan untuk menggambar imajinasi mereka, ada kelompok yang diajari pengenalan huruf-huruf, ada kelompok yang membuat sebuah kreatifitas menempel kertas pada buku, dan kelompok yang dibiarkan bermain dalam kelas yang ditempatkan dalam suatu wadah yang disediakan.
Wali kelas TK B menyatakan ketika kami menanyakan situasi tersebut, bahwa anak-anak akan dikembangkan dalam kemampuan apa mereka kurang baik dalam satu semester terakhir dan ketika anak-anak telah memperlihatkan performa yang baik maka anak tersebut dikembangkan dalam potensi yang dia miliki.

Jadwal pengaturan belajar kelas juga diatur sedemikian rupa sehingga anak-anak tidak menghadapi kebosanan dan tekanan dalam proses belajar. Waktu makan dan bermain juga menjadi sarana pengajar untuk mendidik moral dan kemandirian anak. Terlihat dengan sistem pengajaran tersebut, anak-anak tampak sangat baik dan bermoral. Penerimaan mereka terhadap anggota kelompok kami sangat baik sehingga kami merasa sangat terkesan dalam berkumpul dan berbagi dengan mereka. Kemampuan komunikasi mereka menjadikan kami lebih akrab dan mengenal mereka satupersatu dengan baik.

Ketika anak-anak melakukan kesalahan, bukan berarti guru tidak dapat menghukum. Seorang pengajar yang kompeten akan tetap mengajarkan moral yang baik pada anak-anak tersebut dengan cara yang efektif serta konstruktif terhadap perkembangan anak.

Mengenai tuntutan orangtua terhadap keinginan agar anak-anak dapat membaca dan menulis sebelum SD untuk memenuhi persyaratan memasuki SD. TK USU memberi kesempatan les tambahan untuk anak TK B dalam hari-hari tertentu, tetapi dengan waktu yang tidak berlebihan. Namun, tetap saja pengajarannya masih lebih mengacu pada perkembangan sosioemosional anak dan bagaimana supaya anak tersebut dengan sendirinya secara mandiri dapat mengembangkan kemampuan tersebut (yang sudah ada dipersiapkan dalam diri setiap manusia sejak lahir).

KESIMPULAN

Sesuai dengan penelitian kami di TK Dharmawanita Persatuan USU, bahwa pengajaran efektif terbaik pada anak adalah bukan mengenai mereka harus tahu membaca dan menulis, tetapi lebih ke arah bagaimana anak tersebut tumbuh secara mandiri melalui psikososial (sosioemosional) mereka, perkembangan fisik, moral, dan kognitif mereka. Dengan pengembangan kemampuan tersebut akan dengan sendirinya sorang anak mampu dan mandiri dalam mengembangkan kemampuan membaca dan menulis. Dan yang lebih penting lagi bahwa, fokus yang harus diperhatikan adalah bagaimana serang pengajar yang kompeten dapat memerhatikan minat dan bakat dari anak-anak untuk dikembangkan sehingga dapat berguna serta tidak hilang secara sia-sia. Masa-masa prasekolah adalah masa-masa anak bermain sambil belajar dan bukan ditekan untuk belajar seperti yang sering kita bayangkan melainkan bagaimana seorang anak dapat menikmati masa kanak-kanak mereka dengan sangat indah.

TESTIMONI

Anggota kelompok kami berpendapat bahwa sistem pengajaran yang dilakukan oleh TK Persatuan Darmawanita USU sudah dapat dinyatakan baik terhadap proses pengajaran yang sesuai dengan perkembangan anak usia prasekolah. Kami juga sependapat dengan Ibu Hj. Risna Erita bahwa tuntutan terhadap keharusan untuk mampu membaca dan menulis pada anak-anak usia prasekolah tidaklah sesuai dengan perkembangan anak. Kami juga disadarkan oleh pernyataan ibu Risna, bahwa pemaksaan tersebut justru akan menyebabkan otak dari anak cepat mengalami kelelahan dan akan mengganggu proses pembelajarannya menuju masa depan. Kami juga berpendapat bahwa TK Dharmawanita Persatuan USU sudah sesuai dengan kurikulum yang seharusnya pada pendidikan TK yang terlihat dari misi mereka, yaitu :
  1.  Melaksanakan proses pembelajaran yang disesuaikan dengan kurikulum Taman Kanak-kanak
  2.  Melaksanakan kegiatan pengetahuan agama, moral, dan budi pekerti.
  3.  Melaksanakan kegiatan keterampilan bagi peserta didik.
  4. Mengembangkan kreativitas dan pengetahuan peserta didik.
Testimoni personal anggota kelompok.

Muhhamad Habibie AlmyHAHAHA.. akhirnya selesai juga tugas ini, dan saya sangat senang bisa menyelesaikannya. Saya sangat senang terhadap tugas proyek ini, karena memancing kreativitas saya dan kelompok saya untuk bereksplorasi lebih dari biasanya. Dan saya berharap semua ini bermanfaat buat saya dan kelompok saya..”

Adolf M. Purba “Saya merasa sangat luar biasa dapat diberi kesempatan melaksanakan tugas penelitian yang diwajibkan pada mata kuliah Psikologi Pendidikan karena menambah pengalaman dan wawasan saya tentang pengajaran yang efektif terhadap anak usia prasekolah. Observasi tersebut juga menyadarkan saya untuk menghargai waktu yang dibutuhkan oleh anak-anak untuk menjalani masa-masa mereka dengan bermain. Melalui proses bermain tersebutlah anak dapat mengembangkan kreatifitas mereka dan dapat mempelajari di lingkungan sekitar. Setelah saya amati, saya terkenang masa-masa TK dulu, tetapi seiring dengan perkembangan jaman, metode dan cara  pengajaran semakin berkembang pula, walaupun masih didominasi cara yang lama. Saya terkesan dengan anak-anak TK USU yang lucu-lucu, kreatif, dan memiliki etika yang baik”

Frans Ariadi Ginting “ Saya sangat terkesan dengan penerimaan oleh kepala sekolah, staf pengajar, dan anak-anak di TK USU. Kehangatan sikap yang ditampilkan oleh mereka menjadikan kami merasa sangat leluasa untuk melakukan proses penelitian observasi tersebut. Saya melihat bahwa proses pengajaran yang mengembangkan kreatifitas dan kemandirian anak sangatlah baik. Hal ini terlihat ketika saya memerhatikan setiap kelompok anak  mengerjakan tugas-tugas yang berbeda satu dengan lainnya sesuai bakat dan kemampuan yang mereka miliki baik yang masih butuh dikembangkan, maupun potensi yang telah bertumbuh dalam diri mereka. Menurut saya, proses penelitian tersebut dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan serta permasalahan-permasalahan yang ingin kami ketahui dalam judul penelitian kami.”

Daftar Pustaka

Santrock, J.W (2009) . psikologi pendidikan (edisi 3) . Jakarta: Salemba Humanika
Elizabeth.B. (2000). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan. Sepanjang Rentang Kehidupan. Terjemahan. (edisi kelima)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
;